Desa Edelweiss Bromo Wonokitri merupakan destinasi terbaru dalam rangkaian open trip Bromo tour yang menarik.
Desa wisata Wonokitri gunung Bromo menjadikan taman bunga edelweiss sebagai daya tarik utama dan menjadi satu-satunya di Indonesia.
Berikut artikel tentang sejarah Desa Edelweis Wonokitri Gunung Bromo, Daya Tarik, Lokasi Tips Berkunjung dan Biaya dari team kontributor Inspire Travel :

Sejarah Tentang Desa Wisata Edelweiss Wonokitri
Meskipun sebagai bunga yang dilindungi oleh undang-undang tetapi budidaya tanaman edelweiss di desa wisata Wonokitri ini sudah mendapatkan ijin untuk dibudidayakan.
Selain dalam rangka konservasi, budidaya bunga edelweiss ini juga berkaitan erat dengan budaya masyarakat desa Wonokitri suku Tengger.
Bunga Edelweis sendiri merupakan bunga sakral yang dipergunakan untuk berbagai upacara adat masyarakat Suku Tengger Bromo Wonokitri ini.
Dengan dua alasan konservasi dan budaya inilah yang melatar belakangi terbentuknya desa wisata edelweiss ini, dan tak disangka ternyata menarik minat banyak wisatawan yang berkunjung ke wisata Gunung Bromo.
Mereka setelah open trip Bromo menyempatkan mampir ke destinasi Taman bunga Edelweis Wonokitri ini.

Daya tarik Desa Edelweis Bromo Wonokitri
Selain memiliki panorama alam yang memukau, wisata gunung Bromo ternyata mempunyai hidden gems destinasi baru yaitu wisata Taman Edelweis Bromo Wonokitri.
Berikut daya tarik wisata Edelweis Wonokitri yang patut anda singgahi saat trip Bromo :
1. Berfoto di Taman Edelweis Bromo yang Cantik
Daya tarik utama dari Desa Wisata Edelweiss adalah Taman Edelweis. Di taman cantik ini, terdapat bunga edelweiss yang telah dibudidayakan.
Para traveler wisatawan dapat berpose di tengah-tengah hamparan bunga abadi dengan landscape latar belakang pemandangan indah pegunungan tengger khas wilayah Bromo.
2. Belajar Cara Budidaya Bunga Edelweis
Selain berpose hunting foto di spot Taman Edelweiss, wisatawan juga berkesempatan untuk belajar edukasi tentang cara membudidayakan tanaman langka ini.
Di Taman Edelweiss ini berfungsi sebagai pusat pembudidayaan Edelweis dan juga sebagai tempat pembelajaran bagi wisatawan yang ingin mempelajari trik dan teknik bercocok tanam bunga edelweis.
Wisatawan dapat memperoleh berbagai informasi seputar budidaya edelweiss, mulai dari seleksi biji, pemisahan tanaman bibit, langkah-langkah penanaman hingga perawatan bunga.
wisatawan open trip Bromo dan datang ke taman ini selain bisa berfoto, juga akan mendapatkan pengetahuan yang berharga tentang edukasi budidaya tanaman.
3. Sehari menjadi masyarakat Suku Tengger Bromo
Program trip di Desa Wisata Edelweiss, menawarkan kegiatan “One Day Being Tengger People”. Kegiatan ini menjadikan pengunjung sebagai penduduk masyarakat Tengger dalam sehari.
Aktivitas yang dilakukan adalah berpartisipasi ikut serta dalam upacara adat. Hal yang disiapkan sebelum upacara dimulai yaitu sesajen dan simbolik patung raksasa.
Nantinya, wisatawan akan diajak dalam persiapan keperluan upacara dengan membawa bunga edelweiss.
Selain itu, wisatawatan juga akan mengikuti upacara dari awal hingga selesai seperti upacara adat Kasada, Yandya Karo, Tradisi Entas-Entas, Tawur Agung, Tari Ojung, dan Blaganjur.
Wisatawan juga akan belajar membuat bucket bunga edelweiss untuk kebutuhan upacara.
4. Menikmati Cafe Edelweis Bromo
Bagi traveler wisatawan yang hanya ingin bersantai, taman ini menawarkan cafe edelweiss yang menjadi pilihan.
Di cafe ini tersedia bermacam makanan dan minuman dengan harga murah. Sambil menikmati kudapan hidangan cafe, wisatawan akan disuguhkan pemandangan hamparan bunga edelweiss.
Tentunya view cafe dan Taman Edelweis ini dapat dimanfaatkan wisatawan untuk mengambil foto dan video keren.
5. Cinderamata Bunga Edelweis Bromo
Wisatawan bisa memetik bunga edelweis dengan seizin pengelola atau jika ingin membawa di bawa pulang dijadikan souvenir, bisa membeli secara legal atau bebas di toko-toko souvenir sekitar Taman Edelweis.
Harga satu ikat bunga Edelweis biasanya mulai dari Rp10 ribuan.

Fasilitas Desa Wisata Edelweiss Bromo
Fasilitas yang ada di desa wisata edelweiss Bromo Wonokitri cukup lengkap. Mulai dari tersedianya areal parkir, ATM, balai pertemuan, kamar mandi umum, musala, kios souvenir hingga Wi-Fi area.
Selain itu, bagi wisatawan yang ingin bersantai menikmati makanan dan minuman, di desa ini ada tempat kuliner, cafetaria dan tempat makan.
Tak hanya itu, pengunjung yang ingin mengabadikan momen liburan, di sini juga disediakan fasilitas selfie area dan spot foto.
Lokasi Taman Edelweis Bromo Wonokitri
Desa Wisata Edelweiss berlokasi di Wonokitri berjarak sekitar 43 KM dari Pusat Kota Pasuruan.
Perjalanan ke sana dapat ditempuh dengan berkendara selama sekitar 1 jam 20 menit.
Akses menuju Desa Wisata Edelweiss Wonokitri cukup bagus, sehingga wisatawan bisa mengunjunginya menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Untuk mencapai destinasi wisata menarik ini, jika memulai perjalanan dari Alun-alun Pasuruan, arahkan kendaraan ke Tenggara menuju Jl. WR Supratman, lalu teruskan perjalanan menuju Jl. Veteran atau Jl. Raya Pantura sejauh 900 meter.
Setelah itu, belok kanan ke Jl. Patimura sejauh 5,5 km. Saat sampai di Rest Area Bajangan, ambil arah kiri menuju Jl. Warungdowo Timur sejauh 1,5 km.
Melanjutkan perjalanan hingga mencapai Puskesmas Gondang, lalu ambil jalur kiri menuju Jl. Raya Bromo sejauh 10 km.
Tiba di pertigaan depan Paimo Motor, belok kiri dan ikuti jalur yang ada hingga wisatawan menemui Balai Desa Ngatungan.
Selanjutnya, belok kiri dan terus ikuti jalurnya. Ketika sampai di Jl. Sekar Sari, cukup melanjutkan perjalanan lurus sejauh 800 meter, dan wisatawan akan tiba di tujuan.

Destinasi Wisata Lain Sekitar Taman Edelweiss Gunung Bromo
Desa Wisata Edelweiss Bromo menjadi titik yang strategis untuk trip mengeksplorasi berbagai tempat wisata menarik di sekitar kawasan gunung Bromo.
Berikut adalah beberapa destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi di sekitar Desa Wisata Edelweiss Bromo:
1. Gunung Bromo: Gunung Bromo adalah daya tarik utama di area ini. Anda bisa melakukan perjalanan ke puncak untuk melihat matahari terbit yang menakjubkan atau menjelajahi kawah dan lautan pasirnya.
2. Penanjakan 1: Tempat ini adalah salah satu spot terbaik untuk menyaksikan sunrise matahari terbit di Bromo. Dari sini, Anda dapat melihat pemandangan spektakuler gunung-gunung di sekitarnya dan lautan pasir.
3. Bukit Kingkong: Salah satu spot wisata menarik yang terletak di kawasan sekitar Gunung Bromo, khususnya dekat dengan Desa Wisata Edelweiss di Wonokitri. Bukit ini menawarkan pemandangan yang spektakuler dan menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi selama perjalanan wisata gunung Bromo.
4. Padang Savana Teletubbies: Area ini menawarkan pemandangan padang rumput hijau yang luas dan lanskap yang mirip dengan area di serial anak-anak Teletubbies.
5. Pasir Berbisik: Hamparan pasir yang luas ini terkenal dengan suara bisikan yang dihasilkan angin ketika melintasi permukaan pasirnya.
Tak hanya itu, di sekitar kawasan Desa Wisata Edelweis ini sudah tersedia banyak pilihan penginapan. Harga dan fasilitasnya bervariasi, mulai dari 200 ribuan yang bisa Anda pilih sebagai tempat beristirahat.

Tips Biaya Berkunjung ke Desa Wisata Edelweiss Gunung Bromo
Sekian ulasan menarik tentang desa wisata Taman Edelweis Bromo Wonokitri. Jika Anda ingin trip ke desa Edelweis Bromo tentu membutuhkan jasa travel yang terpercaya dan berpengalaman.
Pilihan tepat untuk wisata gunung Bromo trip Taman Edelweis Wonokitri Anda harus mempercayakan dengan agent travel yang terbaik, Inspire Travel patut menjadi rekomendasi tour bromo Anda.

Biaya Tour Gunung Bromo dan Wisata Jawa Timur Rekomendasi :
List Harga Paket Wisata Bromo dan Paket Jawa Timur Lainnya :
1. Paket Bromo Sunrise 350.000 / orang
2. Paket Air Terjun Tumpak Sewu 400.000 / orang
3. Paket Pantai Malang 350.000 / orang
4. Paket Kawah Ijen 250.000 / orang
5. Paket Tour Baluran 350.000 / orang
6. Paket Menjangan Tabuhan 295.000 / orang
7. Paket Wisata Banyuwangi mulai 250.000 / orang
Berwisata bromo murah mulai harga 350 ribu dari paket wisata Malang tersedia bersama Inspire Travel.
Terima kasih semoga bermanfaat dan salam pariwisata.



